Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang bijak adalah orang yang mempersiapkan dirinya dengan beramal untuk bekalan selepas matinya. Manakala orang yang tidak bijak adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan kemudian mengharap pertolongan Allah." (HR Tirmidzi)

Jumat, 03 Mei 2013

Sekilas tentang PRODI IP Pontianak


Sejarah Pembentukan PRODI IP

Prodi IP atau Program Studi Ilmu Pemerintahan merupakan sebuah program studi ketiga di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura (FISIP-UNTAN). Lahirnya ide pembentukan Program Studi Ilmu Pemerintahan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pemerintah (Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Kalimantan Barat) yang sangat mendesak terhadap tenaga ahli di bidang ilmu pemerintahan. Oleh karenanya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat beserta Pemerintah Kabupaten/Kota-nya melalui Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Provinsi Kalimantan Barat mengadakan kesepakatan bersama FISIP-UNTAN untuk melakukan kerjasama dalam penyelenggaraan program pendidikan dengan pola kedinasan. Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Pemerintahan (Prodi IP) ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 3945/D/T/2007 tanggal 23 November 2007, tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Pemerintahan (S1) pada Universitas Tanjungpura. 



Visi dan Misi serta Motto Prodi Ilmu Pemerintahan


Visi
Visi Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP-UNTAN kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat adalah terwujudnya penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) yang bermutu dalam bidang ilmu Pemerintahan, pelatihan keterampilan, dan pengasuhan mahasiswa sebagai pendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berdisiplin dan berdedikasi. 

Misi 
Misi Prodi ilmu Pemerintahan FISIP-UNTAN kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat adalah: 
1. Menyelenggarakan sistem pendidikan di bidang ilmu Pemerintahan yang berbasis pada penjaminan mutu. 
2. Melakukan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat maupun Pemerintah serta mempublikasikannya. 
3. Melakukan Pengabdian kepada Masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi guna memberdayakan masyarakat. 
4. Menyelenggarakan sistem administrasi akademik yang berbasis pada perkembangan teknologi informasi. 
5. Mengadakan jaringan dengan menjalin hubungan kerjasama baik di tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. 
6. Menyelengarakan pelatihan terhadap mahasiswa sesuai kebutuhan penyelenggaraan pemerintah daerah. 
7. Menyelenggarakan kegiatan pengasuhan dan pembinaan disiplin mahasiswa serta pembinaan kader kepemimpinan yang berjiwa inovatif, kreatif dan responsif dalam tata pemerintahan. 

Motto
Dalam menjalankan aktivitasnya Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP-UNTAN kerjasama dengan Badan Pendidikan Dan Latihan Provinsi Kalimantan Barat berlandaskan pada Motto Program Studi Ilmu Pemerintahan yaitu “Belajar dan Berlatih untuk mengabdi.” 


Praja PRODI IP

PRAJA adalah sebutan untuk Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNTAN. Prodi IP dibentuk sebagai miniatur Kalimantan Barat karena praja yang mengenyam pendidikan di Prodi IP merupakan putra-putri hasil seleksi dari seluruh 14 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Sehingga utusan dari tiap-tiap kabupaten/kota se-Kalimantan Barat ada di kampus Prodi IP Pontianak. 


Kampus PRODI IP 

Kampus dan asrama Prodi IP bertempat di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Provinsi Kalimantan Barat beralamat di Jalan Gusti Johan Idrus No. 12 Pontianak Selatan tepat bersebelahan dengan SMAN 1 Pontianak. 


Tiga Pilar PRODI IP 

Dalam menjalankan proses pembelajaran, sistem pembelajaran yang berlaku pada Program Studi Ilmu Pemerintahan ini berbeda dengan program studi lain yang ada di FISIP-UNTAN. Sistem pembelajaran siswa ditetapkan dengan menggunakan 3 (tiga) pilar yaitu pendidikan, pelatihan, dan pengasuhan. 

1. Pilar Pendidikan 
Pilar ini memberikan kompetensi pengetahuan mengenai teoritis di bidang pemerintahan kepada praja. Bentuk yang dilakukan adalah dengan pelaksanaan perkuliahan umum yang sama dengan mahasiswa biasanya yang dimana berisikan mata kuliah dengan sks tertentu yang harus ditempuh tiap semesternya. 

2. Pilar Pelatihan 
Pilar ini memberikan kompetensi praktis bagi praja yang berkaitan dengan penunjang kegiatan di bidang pemerintahan. Pelatihan dilaksanakan setelah perkuliahan umum dan pengajarnya merupakan orang yang berkompetensi di bidangnya. Penyampaian bersifat praktis walaupun sering juga diselingi dengan tambahan teori sebagai penunjang. Pelatihan tersebut meliputi kemampuan berbahasa inggris, kearsipan, tata naskah dinas, pemerintahan kelurahan/desa dan kecamatan, sistem informasi kepegawaian, kependudukan dan pencatatan sipil, keprotokolan, dan lain sebagainya. 

3. Pilar Pengasuhan 
Pilar ini merupakan pilar terpenting. Pilar pengasuhan berisikan penanaman nilai kepada Praja sehingga mempunyai sifat dan kepribadian yang matang. Pengasuhan bertujuan membentuk Praja yang beriman, bertakwa, kedewasaan, sikap dan kepribadian yang baik sehingga dapat menumbuhkan nilai kepamongan. Kegiatan pengasuhan ini dilakukan secara keseluruhan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Dalam pilar ini praja diharapkan mampu untuk memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, mampu adaptif, kreatif, inovatif serta spritual yang baik. 


Dari ketiga pilar tersebut harapan dari terbentuknya Program Studi Ilmu Pemerintahan (PRODI IP) kerjasama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan Universitas Tanjungpura Pontianak adalah dapat menghasilkan tenaga ahli di bidang pemerintahan yang profesional, berkarakter, berkualitas dan mempunyai jiwa kepamongan khususnya bagi Kalimantan Barat.

Kamis, 02 Mei 2013

Sebuah Kiriman untuk Gerakan Pramuka di Ngabang


Salam Pramuka !
Halo kakak-kakak sekalian apa kabar?

Sebuah kebahagiaan bisa melihat perkembangan Pramuka di kota Ngabang tercinta... Setelah sekian lama tidak aktif lagi di gugus depan.

Dulu saat saya masih aktif di gugus depan sekitar tahun 2008-2010 (3 tahun lalu), seingat saya di Ngabang cuma ada 2 gudep saja yang aktif yakni SMA 1 dan Maniamas (jika kurang mohon ditambah). Bahkan gudep di SMA 1 (Abdul Kahar) bisa dibilang gudep yang baru, setelah beberapa tahun divakumkan karena suatu alasan tertentu. Baru kemudian berdiri lagi pada tanggal 22 Februari 2008. Di situlah tonggak awal perjalanan pramuka di SMAN 1 Ngabang yang terlahir kembali.

Angkatan 1 & 2 Gudep Abdul Kahar di depan pintu keraton Ismahayana Ngabang, Kab.Landak - 2009


Berkat kreativitas, inovasi, usaha dan perjuangan keras dari anak-anak muda yang tergabung dalam keanggotaan secara turun-menurun, Pramuka Abdul Kahar masih bertahan dan berjaya hingga sekarang... Kita patut berikan apresiasi buat mereka agar ke depannya terus lahir anak-anak muda yang luar biasa seperti mereka di Kota Ngabang. Amiin...

Gudep Abdul Kahar ikut TSC - April 2013

Tidak hanya di SMA 1 dan Maniamas, saya dapat kabar gerakan pramuka di Ngabang makin tumbuh di sekolah-sekolah yang lain, dari SD, SMP, dan SMA. Ini adalah sesuatu yang membanggakan bagi kami-kami sebagai generasi terdahulu. Karena melalui gerakan pramuka kita dapat menjadikan generasi muda sebagai manusia mandiri, peduli, bertanggung jawab dan berpegang teguh pada agama, nilai dan norma masyarakat.

Semoga ke depannya Pramuka di Bumi Intan semakin terorganisir dengan baik dan lahir pemuda-pemudi yang peduli dengan nasib negara dan bangsa serta pembela masyarakat. Karena di tangan para pemuda lah Negeri ini akan jaya...

Kata Bung Karno :
"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia"

Selasa, 30 April 2013

Asal Mula Nama Borneo dan Kalimantan



diambil dari :
http://abjaykutai.blogspot.com/2009/09/asal-usul-nama-borneo-dan-kalimantan.html

Asal Mula Nama Borneo

Sebelum bernama Kalimantan, pulau ini bernama Borneo. Asal mula nama Borneo adalah sebagai berikut:

Pada suatu peristiwa beberapa abad yang lalu, terdapat sebuah kapal layar berbendera asing yang berlabuh di Bandar Alalak, Kerajaan Banjar, Kalimantan Selatan. Rupanya kapal layar tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berat sewaktu dalam perjalanan. Telah lama kapal itu di perbaiki, tetapi tidak juga membawakan hasil yang memuaskan. Kapal layar itu bernama "Borneo" dan di nakhodai oleh seorang kapten bernama "De Barito".

Karena masih merasa sangat khawatir tidak berhasil dalam perjalanan membawa dan mengangkut bahan rempah-rempah serta lainnya, maka kapal itu mereka tinggalkan begitu saja. Karena kapal layar yang mereka tinggalkan dalam keadaan rusak, lama kelamaan bertambah rusak, akhirnya tenggelam.

Kerangka kapal yang tenggelam masih di tahan oleh jangkarnya sehingga tidak terbawa larut oleh arus sungai yang deras. Dalam masa beberapa waktu lamanya kerangka kapal yang tenggelam masih berada pada tempatnya semula sehingga menjadi pampangan rerumputan serta kayu-kayuan yang datang dari hulu terbawa oleh arus. Jadilah kerangka kapal itu merupakan sebuah tumpukan yang di tumbuhi oleh rumput dan kayu-kayuan. Akhirnya tumpukan itu menjadi sebuah pulau kecil yang di namakan masyarakat Pulau Kambang, yang berarti pulau timbul dan terapung, yang dalam Bahasa Jawa di sebut ngambang atau terapung.

Ketika datang orang-orang Inggris sekitar tahun 1811, mereka langsung menyebut sungai di hadapan Pulau Kambang itu Barito dan pulau asal sungai Borneo. Nama ini di ambil dari nama kapal yang tenggelam dan nama kapten kapalnya.

Pulau Kambang, bekas Kapal Barito yang tenggelam tadi di huni oleh beberapa kawanan kera dan di tumbuhi oleh beberapa jenis pohon membentuk sebuah hutan.

Beberapa waktu yang lalu, sekelompok masyarakat ada yang datang ke Pulau Kambang dengan membawa pisang untuk makanan kera serta membawa kembang (bunga) untuk harum-haruman. Akhirnya Pulau Kambang lama kelamaan namanya berubah menjadi Pulau Kembang, yang artinya "Pulau Bunga". Sekarang pulau itu sebagai hutan lindung yang banyak di kunjungi wisatawan, baik wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Itulah asal-usul nama Sungai Barito, Pulau Borneo dan Pulau Kembang.

Asal Mula Nama Kalimantan

Nama Kalimantan terdiri atas dua suku kata, yaitu "kali" dan "mantan". Kali berasal dari Bahasa Jawa yang maksudnya sungai, sedangkan mantan berasal dari Bahasa Banjar, yaitu kata jumantan atau intan jumantan yang artinya kumpulan beberapa macam warna intan, di sebut intan berlian atau ratna mutu manikam. Jadi, pulau itu di namakan Kalimantan karena di situ terdapat sungai yang banyak mengandung intan berlian berlian atau ratna mutu manikam. Itulah cerita asal mula nama Kalimantan.


Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial Lokal Kalimantan Timur (Sugeng Adnan, 1995:34, 35)

Senin, 29 April 2013

Seleksi Mahasiswa Baru 2013

Antara SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri

Baru tadi sore buka facebook, saya menerima kiriman dari junior pramuka (saat ini sedang berada di kelas 12 SMA) menanyakan tentang informasi pembukaan pendaftaran seleksi perguruan tinggi. Membaca hal tersebut, membuat saya tertarik dan bersemangat untuk sharing informasi. Kebetulan saya sedang online, saat itu juga lah saya browsing untuk mencarikan informasi yang dibutuhkan tersebut. Setelah beberapa halaman dibuka, saya menemukan gambar berikut : 




Gambar di atas menginformasikan kepada kita semua bahwa untuk seleksi mahasiswa baru perguruan tinggi negeri tersedia 3 (tiga) jalur:
  1. SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 
  2. SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 
  3. Seleksi Mandiri 

Saya mencoba kembali me-refresh ingatan saya ketika tahun 2010, dulu seingat saya SBMPTN ini belum ada, yang ada SNMPTN dan Seleksi Lokal diselenggarakan oleh tiap-tiap perguruan tinggi negeri, 2 (dua) jalur tersebut khusus untuk ujian tertulis. Sedangkan untuk ujian non tulis, ada PMDK yang seleksinya berdasarkan prestasi di sekolah melalui rapor. Ketiga jalur tersebut pada tahun 2010, biaya ditanggung oleh peserta sendiri.

Nah, lain hal dengan di tahun 2013 ini untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2013/2014. SNMPTN dan SBMPTN merupakan dua hal yang berbeda. Bedanya, kalau SBMPTN ini adalah jalur seleksi baru secara ujian tertulis sebagai pengganti SNMPTN di tahun sebelumnya (SNMPTN 2010 = SBMPTN 2013).

Lalu SNMPTN sekarang itu bagaimana? Kalau sekarang, SNMPTN-nya berubah format menjadi seleksi yang didasarkan pada prestasi akademik siswa (rapor dan prestasi lainnya) dan biaya ditanggung oleh pemerintah. (SNMPTN 2010 ≠ SNMPTN 2013)

Jalur yang ketiga adalah seleksi mandiri. Ini jalur seleksi yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi negeri atau tidak serentak secara nasional. Dalam artian kebijakan mengenai jadwal, proses dan tahapan seleksi, hingga ke soal yang diteskan merupakan kebijakan perguruan tinggi bersangkutan. Sehingga sampai tulisan ini dibuat, untuk jadwal seleksi mandiri belum ada, khususnya Universitas Tanjungpura dimana penulis berada.

Untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN informasinya ada. Kalau SNMPTN sudah dimulai sejak bulan 17 Desember 2012 – 8 Februari 2013 untuk pengisian PDDS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa)-nya, pendaftaran 1 Februari 2013 – 8 Maret 2013, sehingga bagi adik-adik kelas 12 saat ini sudah tidak bisa lagi ikut dalam proses seleksi SNMPTN karena jadwal pendaftaran sudah selesai. (www.snmptn.ac.id)

Namun jangan berputus asa dulu, karena masih ada jalur SBMPTN yang baru mulai dibuka pendaftarannya secara online dimulai dari tanggal 13 Mei 2013 pukul 08.00 WIB s.d 7 Juni 2013 pukul 22.00 WIB. Untuk dapat mengaksesnya silahkan browsing via computer ke alamat berikut : www.sbmptn.or.id . Di situ sudah lengkap tersedia bagaimana tata cara pendaftaran, jadwal, formulir, dan lain-lainnya.

Di akhir tulisan ini, saya berpesan kepada adik-adik yang akan berjuang lagi dalam ujian seleksi masuk perguruan tinggi. Perbanyaklah ibadah dan berdoa, belajar dan berusaha keras, dan kerjakan soal dengan jujur. Timbulkan keyakinan dan rasa percaya diri untuk menghadapi ujian yang akan dihadapi. Selamat berjuang !!!

Senin, 04 Maret 2013

KAYA dan MISKIN

(Disadur dari Lembaga Dakwah Uswatun Hasanah)

Kategori Kaya dan Miskin menurut Alquran dan Sunnah, ada manusia yang :
1. Miskin di dunia dan miskin pula di akhirat
2. Kaya di dunia juga kaya di akhirat
3. Kaya di dunia namun miskin di akhirat

Tentang orang yang miskin di akhirat, Al-Imam At-Tirmidzi di dalam sunnannya, (No. 2342) meriwayatkan bahwa Abu Hurairah RA mengabarkan bahwa Rasulullah SAW pernah pada suatu hari bertanya kepada para sahabat:

“Tahukan kalian siapa orang yang muflis (bangkrut dalam konteks Islam)?”

Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami ya Rasulullah, ialah orang yang tidak mempunyai dirham (uang) dan (tak punya) harta benda”.

Rasulullah SAW berkata: “Orang yang bangkrut di kalangan umatku ialah orang yang pada hari kiamat datang dengan membawa (dosa) memaki si A, menuduh si B, memakan harta si C (termasuk memakan uang hasil utang yang diniatkan tidak dibayar), menumpahkan darah si D dan memukul si E, maka diambil kebaikannya lalu diberikan kepada orang yang dizaliminya. Kalau ternyata kebaikannya sudah habis, sedang dosanya masih ada, maka dosa orang yang dizaliminya itu dipikulkan kepadanya, lalu akhirnya dilemparkanlah ia ke dalam neraka…”. (HR. Muslim)

Kemudian kaya di dunia versi Rasulullah SAW sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Hiban, Abu Dzar RA berkata:

“Rasulullah SAW berkata padaku: “Wahai Abu Dzar, menurutmu, apakah banyaknya harta yang dinamakan kekayaan?”

“Benar”, jawab Abu Dzar.

Nabi bertanya lagi: “Apakah menurutmu sedikitnya harta berarti fakir?”

“Betul”, Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa.

Nabi lalu bersabda: “Sesungguhnya kekayaan adalah kayanya hati (hati selalu merasa cukup), sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati selalu merasa tidak puas)”.

KAYA HATI itu bagaimana sih ?

Ulama mengatakan: kaya hati adalah merasa cukup terhadap apa yang engkau butuhkan. Jika lebih dari itu dan terus engkau cari juga, maka itu berarti bukanlah ghina (kaya hati), tetapi miskin hati.

Hal ini sejalan dengan ucapan Al-Imam An-Nawawi RHM: “Kaya yang terpuji adalah kaya hati, yang selalu merasa puas dan tidak tamak dalam mencari kemewahan dunia. Kaya yang terpuji bukanlah dengan banyaknya harta dan terus menerus ingin menambah dan terus menambahnya. Siapa yang terus mencari dalam rangka untuk menambah kekayaan yang sudah ada, ia tentu tidak pernah merasa puas dan ia berarti bukan orang yang kaya hati”.

Namun bukan berarti kita tidak boleh kaya harta. Sebab Rasulullah SAW dalam ini bersabda: “Tidak apa-apa dengan kekayaan bagi orang yang bertakwa. Dan sehat bagi orang yang bertakwa lebih baik dari kaya. Dan bahagia itu bagian dari kenikmatan”. Kaya harta itu tak tercela, yang tercela adalah tidak pernah merasa cukup dan puas (qana’ah) dengan apa yang Allah SWT berikan.

Mudah-mudahan bacaan ini dapat dipahami dan membuat kita mengerti seperti apa kaya hati itu, yang insyaAllah jika kita paham maka tidak akan terpikir sedikitpun untuk melakukan tindakan yang mengarah ke KORUPSI.
 

© 2009Life is Choice | by TNB